Spiga

Pemagangan ke Jepang Non-IMM

DAFTAR PERUSAHAAN PENGIRIM KE JEPANG (NON IMM)

---------------------------------------------------------------------------

Nama Perusahaan : LPK Sitinjau Laut
Nama Pimpinan : Muhammad Syarif, SH
Alamat : Jl. Raya Padalarang 523 Lt. 2 Ruko Sentral Indah Kav. 5, Kab. Bandung Jawa Barat.
Telepon : (022) 70784305
Fax : (022) 2505929
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 765
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : JIAEC
Nama Pimpinan : Muktiono
Alamat : Ruko Tanjung Mas Raya, Jl. Melati Mas Blok B – 1 No. 25 - Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Telepon : (021) 7885577
Fax : (021) 78835588
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 696
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Himpurna Karya Mandiri
Nama Pimpinan : Drs. D. Hermono
Alamat : Jl. Margonda Raya No. 492 F, Depok, Jawa Barat.
Telepon : (021) 7874672
Fax : (021) 7995765
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 114
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Sarekah Insan Atama
Nama Pimpinan : Sutomo Sumodiharjo, SH
Alamat : Jl. Raya Cipayung Setu Rt. 008/03 No.75, Jakarta Timur.
Telepon : (021) 8446277
Fax : (021) 84593932
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 164
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Japinco Mahir Kreasi
Nama Pimpinan : Daulat V Pakpahan
Alamat : Jl. Senopati No.41 Room ZZ/2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Telepon : (021) 52960748
Fax : (021) 52960750
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 255
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Firdaus International Education And Foundation
Nama Pimpinan : Drs. Usman Tambang
Alamat : Jl. Raya Setu, H Tion Rt.05/ 01 No. 62 Kec. Cipayung, Jakarta Timur 13880.
Telepon : -
Fax : -
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 48
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : BLP3 SDM Yokatia
Nama Pimpinan : Yo Keng Huat
Alamat : Jl. Kartini Raya No. 17 C Jakarta 10710.
Telepon : -
Fax : -
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 29
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Budi Agung Binatara
Nama Pimpinan : Farryan Sunaryo Jenny Mulia
Alamat : Jl. RS Fatmawati No. 15, Golden Truli Plaza No. D-08, Jakarta Selatan.
Telepon : -
Fax : -
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 11
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Association For Overseas Technical Scholarship
Nama Pimpinan : Basuki Oenodora
Alamat : Jl. DR. Soharjo No.123 B Jakarta Selatan 12860.
Telepon : -
Fax : -
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 169
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Kenkyu Senta
Nama Pimpinan : Ir. Karsono Supandi
Alamat : Jl. Melawai VII/3 Blok M Jakarta Selatan 12160
Telepon : -
Fax : -
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 46
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Amri Margatama Overseas Training Center
Nama Pimpinan : Abdullah Arfah
Alamat : Jl. Raya Dolar, Kranggan Tengah, Bekasi Jawa Barat.
Telepon : (021) 8449635
Fax : (021) 84593070
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 50
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Shisei Swadaya Sejahtera
Nama Pimpinan : Bambang Agung Susilo Utomo
Alamat : Jl. Raya Tanah Baru No.32 Rt.002/004
Telepon : (0251) 663232
Fax : (0251) 664553
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 39
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Yayasan Putra Indonesia
Nama Pimpinan : Drs. Suwarto
Alamat : Jl. Kebon Baru IV No.10 Tebet, Jakarta.
Telepon : (021) 8296665
Fax : (021) 8302505
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 71
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Komatsu Training Center Foundation
Nama Pimpinan : Ir. Kohar Atma Suganda
Alamat : Jl. Baranang Siang No.25 Bandung, Jawa Barat 40112.
Telepon : (022) 426742
Fax : (022) 4210955
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 75
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Masga Indonesia Institut
Nama Pimpinan : Masfar Gafar
Alamat : Jl. Sukarela, Pondok Bambu Barat No.25 & 33 A - Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Telepon : (021) 8711175
Fax : (021) 8701385
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 63
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Rodou Putra Sulut
Nama Pimpinan : Sonowo Tiraada
Alamat : Jl. Lorong Wolter Mangunsidi Bahu Pantai Lingkungan V/16, Manado, Sulawesi Utara.
Telepon : (0431) 823318
Fax : (0431) 825248
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 74
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Nihon Communication Center (NCC)
Nama Pimpinan : Jalaludin
Alamat : Jl. Raya Sengigi Motong Kedaton Blok C1, Nusa Tenggara Barat.
Telepon : (0370) 631765
Fax : (0370) 631310
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 15
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Suruga Miyagawa
Nama Pimpinan : M S Shinzuko Miyagawa
Alamat : Jl. Lingkar Utara Manguwoharjo Depok Sleman.
Telepon : -
Fax : -
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 21
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : Hutama Light On Java
Nama Pimpinan : Hariyanto, SH
Alamat : Jl. Yos Sudarso 7-9, Salatiga Jawa Tengah 50711.
Telepon : -
Fax : -
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 55
(berdasarkan data November 2006)
---------------------------------------------------------------------------
Nama Perusahaan : LPK Mulia Mandiri Indonesia
Nama Pimpinan : Edy Oke
Alamat : Jl. Komplek Taman Sari Bukit Bandung No. RK 18 Sindanglaya,
Telepon : (022) 70320780
Fax : (022) 70280388
Negara Tujuan : Jepang
Jumlah Pemagang : 17
(berdasarkan data November 2006)

(sumber: direktorat bina pemagangan)

Belajar dari Pengalaman Orang Lain

Berikut adalah beberapa tulisan yang dibuat oleh orang yang pernah atau sedang bekerja di Jepang, baik yang melaui program pemagangan maupun lainnya.

terima kasih buat pemilik blog/situs diatas untuk semua tulisan-tulisannya.

Ketentuan baru dibidang keimigrasian Jepang

Mulai 20 November 2007, setiap WNA yang keluar dan masuk Jepang, pada saat pemeriksaan imigrasi, akan dilakukan pengambilan sidik jari dan foto wajah. (Bid Imigrasi/KBRI Tokyo)

Jangan Mau Menjadi Tenaga Kerja Ilegal, demi anda, keluarga, dan bangsa kita!

Sudah bukan hal yang aneh, jika banyak sekali tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Jepang secara ilegal, baik yang berangkat ke Jepang dengan Visa Wisata, atau penyalahgunaan visa lainnya, dan juga banyak diantaranya yang merupakan pelarian dari program On Job Training, yang diselengarakan oleh IMM maupun lembaga lain.

Posting ini merupakan komentar saya disebuah blog

  1. habib

    mas mau nanya nih, saya dapet tawaran kerja ke jepang dari temen saya yang kerja di agen. setelah saya tanya-tanya katanya syaratnya cuman punya passport dah bikin visa saja. bahkan masalah bahasa gak perlu dipikirkan dulu. biaya untuk pengurusan visa (eh iya katanya visanya pake visa turis) untuk tiga bulan, selanjutnya dapet ID card dari perusahaan. biaya visa kalau cash 55.000.000 tapi ada tawaran potong gaji 5 juta/bln selama 10 bulan.
    tawaran agen ini bener gak mas?

    maturnuwun

  2. 10 kenshusei

    salam kenal.

    @habib.

    Sekedar memberi pendapat.

    kalau kerja dengan visa turis, itu jelas2 illegal, dan tentunya melanggar hukum. memang kalau dari segi gaji, dibanding dengan pekerja magang seperti halnya mas muhsinun dan rekan2, lebih besar.

    tp perlu ditekankan, dengan anda menjadi tenaga kerja illegal,

    1. anda akan dihadapkan dengan hukum di jepang, sekali anda tertangkap, maka anda akan ditahan, kemudian dipulangkan secara paksa ke indonesia, dan anda tidak bisa ke jepang lagi, meskipun dengan alasan hendak rekreasi.

    2. anda tidak akan mendapat perlindungan kalau misalkan perusahaan anda tidak membayar gaji anda, atau bila ada pelanggaran lain. karena anda tidak mempunyai visa, kalau anda melapor ke pihak yang berwenang, anda juga akan terkena imbas dr keadaan illegal tadi.

    3. anda tidak mendapat perlindungan kesehatan yang seharusnya. jika anda sakit, maka anda harus ke rumah sakit dengan biaya sendiri, yang sangat mahal. dan jg anda bisa ditangkap karena ketahuan illegal tadi.

    4. tidak ada asuransi jiwa/kerja. jadi bila anda suatu saat mengalami kecelakaan kerja, anda tidak mendapat asuransi. apalagi jika sampai meninggal, anda tidak mendapat klaim asuransi apapun.

    suatu pengalaman yang dialami orang kita, ada seorang TKI ilegal kita d jepang yang meninggal. untuk memulangkan jenazahnya benar2 repot, karena tidak ada yang mau mengurusinya. kecuali mungkin dari KBRI.

    banyak juga pengalaman rekan2 lain yang menjadi TKI ilegal yang mendapat pil pahit. meskipun ada juga yang sampai saat ini sudah bertahun2 di jepang tanpa tertangkap. tapi saya jamin hidupnya tidak tenang.

    dan yang pasti, menjadi TKI ilegal selain merugikan diri sendiri, juga merugikan bangsa indonesia secara keseluruhan;
    1. karena mencemarkan nama baik dan memberi kesan negatif orang jpg thd org indo, 2. bisa mengakibatkan putusnya kerja sama indonesia jepang dlm hal tenaga kerja, jd kita yang lewat jalur legal bisa kena imbasnya.

    bbrp artikel yang mungkin bisa jd masukan:

    http://kompas.com/kompas-cetak/0709/03/ln/3809675.htm
    http://arifkurniawan.net/archives/115

  3. 11 tamu

    memang benar apa yang di katakan kenshusei di atas..
    walau di negara manapun pekerja ilegal pasti ada termasuk di jepang,namun saya sarankan urungkan niat ke jepang dengan cara yang ilegal.
    kalau bahasa kami mengatakan “jangan mencoba keampuhan jimat anda di jepang”,percuma!.
    dan sekali lagi saya informasikan sampai saat ini tidak ada visa kerja “biasa” selain visa pemagangan.
    jadi apabila punya niat ke jepang hubungilah DEPNAKERTRANS.


dan satu hal yang sangat-sangat perlu kita camkan, dari email milis anaknegeri.com:

Tahukah anda bahwa kalau suatu yayasan/perusahaan penerima akan ditutup izinnya oleh pemerintah Jepang kalau 20% dari total kenshusei-nya menjadi ilegal?
coba renungkan baik2.

Artikel Luar: Cari Kerja di Jepang

Cari kerja di Jepang - memangnya gampang ??

Halo semua... apa kabar ?

Kabar saya sendiri baik-baik saja. Sedikit sibuk belakangan ini, sampai nggak sempat mengupdate daunsingkong ini.

Sibuk apa sih ? Pulang ke Indonesia bukannya mau santai-santai dulu ?

Tadinya sih maunya gitu... apa daya, ternyata saya malah dapat rejeki banyak kerjaan nih... Iya... tadinya mau santai dulu, menikmati jadi ibu RT gitu... Memang saya nggak rencana cari kerja jadi pegawai kantoran. Maunya kalo kerja ya yang nggak usah berat-berat aja (tapi pemasukannya banyak ! ha ha ha...) Kalau bisa nggak usah tiap hari pulang balik ngelewatin macetnya Jakarta... dan kalau bisa saya nggak usah bangun pagi-pagi... duh maunya deh...

Trus, jadilah saya mengaktifkan kemampuan bahasa Jepang saya : jadi guru bahasa Jepang privat dan jadi interpreter.

Nah, soal kerjaan interpreter, waktu acara Indonesian Motor Show kemarin, saya kerja jadi interpreter untuk teknisinya I-Unit yang didatangkan Toyota dari Jepang sana. Sebenarnya saya mau cerita-cerita soal ini, tapi belakangan ada hal yang 'menggundeli' pikiran saya, dan nggak tahan mau saya tulis di blog ini. Jadi cerita I-Unit nya menyusul ya !

Gini nih, baru-baru ini kan PM Jepang Abe datang ke Indonesia, dan ceritanya Indonesia tuh ingin agar kerja sama Jepang-Indonesia lebih intensif ditingkatkan melalui perjanjian EPA. Kalau selama ini kerja samanya terbatas hanya penanaman modal Jepang ke Indonesia, Pak Jusuf Kalla maunya lebih banyak lagi orang Indonesia yang dikirim ke Jepang sebagai tenaga kerja. Kalau nggak salah, dari sekitar 20 ribu pekerja Indonesia yang ada di Jepang saat ini, ingin lebih ditingkatkan jadi sekitar 80 ribu-an gitu.

Nah, saya pribadi sejak punya blog ini (dan bilang-bilang kalo pernah kerja di Tokyo), banyak dapat pertanyaan, gimana sih caranya dapat kerjaan di Jepang. Dan belakangan, saya sering dapat pertanyaan, apakah angka 80 ribu pekerja Indonesia itu realistis ?

Honestly, secara spontan saya akan bilang, jauuuhhh dehhh...!

Tapi ini pendapat saya yang bukan pengamat loh. Jangan terlalu dipercaya, apalagi dijadikan referensi. Saya hanya berpendapat sebagai seorang yang pernah merasakan kerasnya kerja di negeri Sakura itu.

Waktu saya di Jepang, sebagai orang Indonesia, saya sering kumpul-kumpul dengan orang Indonesia. Nah, kalau boleh saya kelompokkan orang Indonesia yang bekerja di Jepang itu ada beberapa kategori. Ini selain mereka yang datang nebeng keluarga (misal istri / anak ngikut suami, atau ngikut saudara), dan mereka yang pelajar.
1. Mereka yang dikirim perusahaan untuk ditempatkan di Jepang.
2. Mereka yang bekerja di Jepang setelah menempuh pendidikan di Jepang. Entah lulus universitas, sekolah kejuruan, atau sekolah bahasa Jepang.
3. Mereka yang bekerja dengan status training. Artinya, mereka ini dikirim dari perusahaan Jepang yang ada di Indonesia, atau institusi di Indonesia, termasuk dari departemen tenaga kerja.
4. Mereka yang bekerja secara ilegal.

Dari keempat kelompok di atas, yang jumlahnya paling sedikit tentu saja yang nomor 1. Saya sendiri pernah menjadi bagian dari kelompok kedua, kelompok yang menurut saya jumlahnya juga sangat sedikit dibanding yang nomor 3 dan 4. Saya nggak tahu nomor 3 dan 4 mana yang jumlahnya lebih banyak, yang jelas banyak deh.

OK, di sini saya coba bahas satu per satu yah.

Kelompok pertama saya bilang sebagai kelompok orang-orang yang beruntung. Iya dong, wong banyak banget orang yang pingin ditempatin di Jepang. Kalau perusahaan nyuruh orang itu ke Jepang, ya beruntung banget dong...

Sedangkan kelompok yang kedua itu adalah mereka-mereka yang lulus sekolah di Jepang, dan terus cari kerja di Jepang juga. Menurut saya pribadi, ini jalur paling wajar untuk dapat kerja di Jepang, meskipun lika-liku untuk mendapatkan pekerjaan bukan sesuatu yang gampang karena kita harus bersaing dengan beribu-ribu orang Jepang. Yang jelas, saya lihat orang-orang dari kelompok ini biasanya punya kemampuan bahasa Jepang lebih baik dari kelompok lainnya. Silahkan liat tulisan saya disini untuk cara-cara mencari kerja untuk lulusan Jepang.

Trus kelompok yang ketiga. Meskipun mereka punya visa dengan status training, pekerjaan mereka sebenarnya banyak yang tidak berbeda dengan pekerja biasa. Kalau masa trainingnya kurang dari satu tahun, memang mereka benar-benar mendapat pendidikan training. Tetapi jika lebih dari setahun, ada kemungkinan mereka diperkerjakan sebagai tenaga kasar di pabrik, sama seperti orang Jepang. Lalu kenapa dengan visa training ? Karena dengan status training, perusahaan bisa membayar upah yang jauh lebih murah. Apalagi, untuk mendapatkan visa kerja di Jepang, orang asing harus mempunyai keahlian, dan gaji yang akan diterima orang asing itu tidak boleh lebih rendah dari gaji yang akan diterima orang Jepang. Tapi kenyataannya, tidak sedikit perusahaan di Jepang yang memperkerjakan orang dengan status traing, dan memberi upah lebih rendah daripada orang Jepang sendiri. Meskipun begitu, karena kalau dikurs ke Rupiah jumlah gaji yang diterima per bulan bisa sama dengan gaji manajer perusahaan elit di Jakarta, tentu saja tidak ada "trainee" yang mengeluh. Lah, di Indonesia aja cari kerja susah gitu loh...

Nah, mereka yang masa trainingnya sudah habis, banyak yang menyeberang ke kelompok nomor 4. Maksudnya, meskipun visanya sudah tidak berlaku lagi, mereka tetap tinggal di Jepang dan meneruskan pekerjaannya seperti biasa.

Tidak cuma mereka yang awalnya punya visa training. Ada juga mereka yang datang dengan visa turis, lalu "overstay" dan cari kerja blue collar di Jepang.

Pertanyaannya, apa ada perusahaan yang mau memperkerjakan mereka yang bermasalah secara hukum ini ?
Jawabannya : banyak. Karena dengan memperkerjakan seseorang tanpa visa kerja, perusahaan bebas dari kewajiban membayar uang lebih untuk dana pensiun dan asuransi. Selain itu, dibayar murah pun jarang ada pekerja yang unjuk rasa. Kan sudah saya bilang, perbedaan kurs Yen Jepang dengan Rupiah Indonesia masih membuat mereka bisa menghidupi keluarga mereka dengan sangat layak meskipun resikonya, mereka tidak bisa pulang ke tanah air dan bertemu keluarga selama bertahun-tahun.
Yang mengejutkan, ternyata tidak semua orang dari kelompok 4 ini punya pendidikan rendah. Bahkan beberapa orang dari kelompok ini yang saya kenal adalah lulusan universitas top di Jakarta. Dan kalau anda berpikir bahwa hanya orang dari suku / etnis tertentu saja yang mau melakukan kerja seperti ini, anda salah besar. Kelompok ini anggotanya bhinneka tunggal ika lah.

OK, itu tentang pengelompokkan pekerja yang saya buat secara asal. Sebenarnya sih ada satu lagi, pekerja Indonesia yang kerja di Jepang karena beruntung dapat lowongan kerja dari Indonesia, dan mereka bisa ke Jepang meskipun tidak begitu bisa berbahasa Jepang, tetapi punya skill yang cukup tinggi. Nah, berhubung saya hanya tahu 2 orang dari sekian banyak orang Indonesia di Jepang yang saya tahu, saya nggak memasukkan orang-orang ini ke dalam suatu kelompok. Padahal inilah yang diincar banyak banyak orang, dan mungkin yang dijadikan sasaran oleh Pak Kalla.

Persoalannya sangat mendasar: perusahaan Jepang tidak mau repot-repot mengundang orang asing dari negara lain untuk masuk ke negaranya. Mereka akan sangat mengutamakan (dan mempercayai) orang Jepang ketimbang orang asing. Apalagi dari negara yang standar pelayanannya amat sangat rendah seperti negara anda tercinta ini.

Seingat saya, akhir tahun lalu pernah ada gosip bahwa pemerintah Filipina berminat mengirimkan ratusan rakyatnya sebagai tenaga kerja di panti jompo. Tahu kan, grafik kependudukan Jepang sudah berbentuk segitiga kerucut, yang berarti, jumlah penduduk usia lanjutnya sangat melebihi penduduk usia produktif. Nah, kaum muda Jepang sendiri banyak yang sudah tidak mau lagi bekerja mengurus-urus orang jompo yang pastinya membutuhkan kesabaran.

Filipina menganggap ini sebagai peluang, dan sudah memberikan pelatihan termasuk bahasa Jepang, kepada mereka yang akan dikirim ke Jepang. Tapi masalahnya, banyak protes muncul dari orang2 Jepang, kekhawatiran khas Jepang yang terlalu mendetil, tapi menjadi penentu karena hampir semua orang Jepang berpikiran sama : mereka belum percaya pada kualitas pelayanan orang asing. Apalagi yang akan dilayani adalah orang-orang jompo. Bagaimana kalau sang pembantu nggak ngerti si mbah ngomong apa ? Bagaimana kalau si mbah kepleset di kamar mandi, apakah si pembantu akan cepat tanggap menolong dan memberikan pertolongan pertama seperti yang layaknya dilakukan orang Jepang ?

Nah, kekhawatiran akan standar pelayanan inilah yang juga menjadi dasar ketidakpercayaan orang Jepang terhadap tenaga kerja asing. Saya pun tidak satu dua kali merasakan kemampuan saya disangsikan oleh klien orang Jepang, hanya karena saya punya paspor garuda...

Tapi kalau kita melihat kembali ke kondisi kerja di Indonesia, memang lubuk hati saya
mengakui bahwa standar kita masih amat sangat jauh dari standar yang dituntut oleh masyarakat Jepang. Orang Indonesia masih sangat gampang memaafkan kesalahan orang, sedangkan orang Jepang tidak. Lihat saja kolom surat pembaca di surat kabar kita. Bukan satu dua kali sebuah perusahaan besar yang keliatannya bonafid, tetapi mendapat klaim lewat surat pembaca. Herannya, klaim yang sama bisa terjadi berkali-kali, seolah-olah hal yang sudah berlalu dibiarkan berlalu. Di Jepang, jika suatu perusahaan keren ketahuan mendapat klaim dari konsumen, kepercayaan terhadap perusahaan itu pasti akan jatuh.

Ambil contoh kasus pesawat China Airlines yang terbakar di bandara Naha, Okinawa baru-baru ini. Meskipun tidak ada korban jiwa, direktur perusahaan penerbangannya langsung mengadakan konferensi pers meminta maaf atas kecemasan masyarakat Jepang. Dan pemerintah Jepang pun memerintahkan seluruh perusahaan penerbangan untuk melakukan inspeksi ulang terhadap pesawat jenis yang sama. Sedangkan di Indonesia, dari berbagai kecelakaan pesawat yang terjadi, berapa perusahaankah yang meminta maaf secara resmi kepada masyarakat ? Dan apa yang pemerintah Indonesia sudah lakukan untuk menenangkan rakyatnya ? Pesawat hilang saja dibiarkan hilang tanpa ada penjelasan lebih lanjut...

Sebelum saya kembali ke Indonesia, ada sebuah perusahaan kue dan cake terkenal di Jepang, Fujiya. Cabangnya ada ratusan di Jepang, dan mereka juga memasok kue-kue ke supermarket. Saya juga suka belanja di toko ini karena enak dan murah. Suatu hari, ketahuan bahwa perusahaan ini ternyata menggunakan susu dan telur yang sudah kadaluarsa untuk menekan biaya produksi. Langsunglah pemerintah Jepang menyuruh pabrik perusahaan ini diperiksa. Dan ketahuanlah, bahwa ternyata di pabriknya banyak kecoa... Perusahaan ini langsung menutup seluruh cabangnya, menarik semua produknya dari supermarket, dan tentu saja, membuat konferensi pers dan meminta maaf secara resmi kepada masyarakat. Setelah melalui pemeriksaan ketat, akhirnya memang beberapa cabang dibuka kembali dan beberapa produk kembali dijual. Tetapi perusahaan ini harus membangun ulang kepercayaan masyarakat Jepang yang sudah runtuh.

Bagaimana di Indonesia ? Apakah kita peduli kalau susu dan telur yang digunakan suatu produsen makanan ternyata sudah basi ? Kalau kita menemukan bahwa ternyata roti yang kita beli agak berbau aneh, paling-paling kita hanya ngomel-ngomel kepada penjualnya. Pernah menemukan rambut di makanan bermerek sekalipun ? Paling-paling kita cuma membuang rambut itu sambil menggerutu. Tidak lebih. Kita seharusnya bisa menuntut lebih dari hanya sekedar mengomel.

Anyway, sekarang kalau memang anda kebelet banget pingin kerja di Jepang, apa yang bisa anda lakukan ?

Saran saya nomor satu : belajarlah bahasa Jepang. Orang Jepang itu banyak yang nggak mau ngomong bahasa Inggris, mas! mbak ! Apalagi menerima pekerja yang hanya bisa bahasa Inggris. Anda pernah dipuji seorang Jepang hanya karena anda menyapanya dengan "konnichiwa !"? Itu basa-basi. Kalau anda ingin dapat kerja di Jepang, lebih seriuslah belajar bahasa Jepang.

Kalau sudah, ambillah sertifikat. Setiap tahun, The Japan Foundation menyelenggarakan Japanese Language Proficiency Test. Yang paling rendah level 4, yang paling sulit level 1. Level satu is the best, tapi kalau susah, ya level 2 nggak apa-apa lah. Asal tahu saja, orang-orang Cina dan Korea yang kerja di Jepang punya standar level 1.

Lalu, jangan cuma bisa ngomong doang. Maksud saya, punyalah keahlian khusus lain selain bahasa Jepang. Kalau hanya kemampuan bahasa, apa yang memberikan anda nilai lebih dibanding orang Jepang ? Harus ada sesuatu yang membuat perusahaan Jepang tertarik untuk merekrut anda dong. Dan harus dibuktikan. Dengan sertifikat misalnya.

Satu lagi, bangun mental anda sesuai standar Jepang. Jam masuk kantor jam sembilan, tapi anda baru datang jam sembilan lewat lima ? Belum lagi masih ngecek email-email nggak perlu dan chatting selama jam kantor ? Sempat ngeblog lagi ? Kalo gitu, tunda dulu deh kerja di Jepangnya. Daripada anda memalukan nama bangsa...

Ok, kalau sudah, carilah lowongan kerja di Jepang untuk orang asing. Bisa dicari lewat
internet. Situsnya, tanya paman google yah. Tapi memang kadang perlu modal dulu lah. Untuk wawancara harus ke Jepang dulu misalnya. Syukur-syukur ada perusahaan yang mau wawancara lewat telepon. Bisa juga coba daftar ke agen tenaga kerja Jepang yang ada di Indonesia seperti JAC, Selna Jaya, atau Fuji Staff. Jarang sih ada kerjaan yang nawarin orang Indonesia ke Jepang. Tapi nggak ada salahnya kan dicoba, sekaligus konsultasi, siapa tahu mereka bisa bantu.

Dan jangan lupa berdoa. Gambatte !

Kalau anda ingin masuk ke kelompok yang saya buat di atas...
Kalau mau masuk ke kelompok no 1, tanya perusahaan anda lah... atau carilah perusahaan yang mau mengirim anda ke Jepang. Nanti kalau sudah ketemu kasih tahu saya yah.
Kalau mau masuk ke kelompok no 2, cari info di internet. Blognya pelajar Indonesia di Jepang banyak banget. Blog yang kasih info soal beasiswa juga banyak. Jangan malas nyari.
Nah, kelompok 3 saya nggak tahu. Mungkin tanya ke departemen tenaga kerja kali yah...
Apalagi kelompok 4. Mboten ngertos kulo mas !

FAQ Pemagangan Ke Jepang

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan orang tentang pemagangan/ Kerja di Jepang. Silakan tuliskan pertanyaan anda pada komentar bila anda mempunyai pertanyaan lain.

  1. Q: Kenapa kok namanya Magang, bukan bekerja?
    A: Karena sesuai UU Ketenagakerjaan di Jepang, mereka tidak mengeluarkan visa bekerja untuk orang asing, selain:
    • Lulusan universitas Jepang.
    • Tenaga IT atau bidang-bidang yang mana orang Jepang kurang ahli didalamnya.

  2. Q: Gaji sebulan cuma antara 80.000 - 100.000, bukankah sedikit sekali, dibanding dengan tenaga kerja non magang?
    A: Memang kalau dilihat berbeda jauh ya, kalau tenaga kerja non magang di Jepang, biasanya Gaji sekitar 200.000 yen. Tapi dari jumlah tersebut, mereka harus mengeluarkan biaya lagi untuk: Sewa Apartemen, Transportasi, dan keperluan lain, sementara bagi peserta magang, Fasilitas Tempat tinggal dan transportasi, serta alat-alat masak disediakan oleh perusahaan.

  3. Q: Berapa rata-rata para pemagang bisa menyisihkan upah selama satu bulan?
    A: tentu semua tergantung dari masing-masing orang. Tapi selama tidak boros sekali, minimal pemagang bisa menyisihkan sedikitnya 50.000 yen, untuk tahun pertama. Untuk tahun kedua dan ketiga dengan adanya jam lembur, tentunya jumlah tersebut bisa semakin bertambah. Apalagi upah jam lembur dihitung sama dengan pekerja non-magang.

Prosedur pemagangan ke jepang sampai dengan bekerja

Prosedur Magang ke Jepang
Keterangan:

  1. Seleksi Administrasi
    Setelah mendaftar akan diteliti kelengkapan berkas pendaftaran, apakah sudah sesuai dengan ketentuan.
  2. Pemeriksaan Kesemaptaan Tubuh
    Meliputi pemeriksaan fisik yang meliputi tinggi badan, berat badan, cacat tubuh, fungsi organ tubuh.
  3. Tes Matematika
    Mengerjakan 10 soal matematika dasar dengan dibatasi waktu selama 3 (tiga) menit, minimal nilai 7 (tujuh).
  4. Tes Ketahanan Fisik
  5. Wawancara
    Tentang wawasan, pengetahuan umum, kemampuan verbal, pengertian program, performance dll.
  6. Psikotest
    Untuk mengetahui tingkat keyakinan, kreativitas, performance, stabilitas emosi, motivasi, sikap kerja,
    serta kepatuhan, dll.
  7. Kesehatan (Medical Check Up)
    Meliputi : pemeriksaan darah, urine, mata, feses, paru-paru, Narkoba, HIV/AIDS, dll.
  8. Pelatihan PraPemberangkatan di Daerah selama 2 bulan
    Meliputi Bahasa Jepang, Budaya Kerja, Fisik Mental Disiplin
  9. Pelatihan PraPemberangkatan di Pusat
    Meliputi Bahasa Jepang, Budaya Kerja, Fisik Mental Disiplin, dan Adat istiadat/tata cara hidup di Jepang
  10. Medical Check Up tahap 2 (Gratis)
    Seperti halnya pada Medical Check Up Tahap 1
  11. Berangkat Ke Jepang
  12. Medical Check Up di Jepang
  13. Pelatihan lanjutan selama 1 bulan
  14. Ditempatkan di Perusahaan
Dalam pelaksanaan rekruitmen seleksi tidak ada pungutan biaya apapun kecuali biaya untuk keperluan peserta. Dihimbau kepada masyarakat/calon peserta untuk tidak menggunakan perantara/calo.
(sumber: Direktorat Bina Pemagangan dengan sedikit penambahan dari penulis)

Jadwal Seleksi OJT ke Jepang

Seleksi dilakukan tiap tahun di Disnaker Provinsi, pendaftaran di Disnaker tiap-tiap kota/kabupaten untuk selanjutnya mendapatkan pengantar ke Disnaker Provinsi (dalam rangka seleksi tersebut).


Provinsi-provinsi yang memberangkatkan Trainee ke Jepang:


  1. DKI Jakarta
  2. Banten
  3. Jawa Barat
  4. Jawa Tengah
  5. Jawa Timur
  6. Bali
  7. NTB
  8. Sulawesi di Makasar
  9. Medan
  10. Lampung
    (sementara baru segitu, nanti diupdate lagi kalau ada penambahan)
Jadwal Seleksi Terdekat
Info ini masih bisa berubah, harap cek disnaker setempat untuk memastikan. Pendaftaran ditutup sehari sebelum seleksi dimulai, tetapi mendaftar lebih awal lebih baik, selain untuk berjaga-jaga kalau waktu seleksi dimajukan, juga lebih enak kalau nomor peserta seleksi kecil, karena mendapat giliran/antrian sewaktu seleksi lebih awal.

  1. Wilayah : BANTEN
    Jadwal Seleksi : 5 S/D 10 NOPEMBER 2007
    Tempat Pendaftaran : DINAS TENAGA KERJA PROVINSI BANTEN

  2. Wilayah : DI YOGYAKARTA
    Jadwal Seleksi : 26 NOVEMBER S/D 1 DESEMBER 2007
    Tempat Pendaftaran : DINAS TENAGA KERJA PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

  3. Wilayah : JATENG
    Jadwal Seleksi : 10 S/D 15 DESEMBER 2007
    Tempat Pendaftaran : DINAS TENAGA KERJA PROVINSI JAWA TENGAH

Ada beberapa provinsi yang melakukan seleksi lebih dari 1 kali dalam setahun, misalkan:

  1. DKI Jakarta, setahun 2 kali, sekitar Januari dan Juni
  2. Jawa Barat, setahun 3 kali, Sekitar Februari, Juli, September
  3. Jawa Tengah, setahun 3 kali, sekitar bulan Desember, Maret, Agustus
  4. DI Yogyakarta,setahun 3 kali, sekitar Desember, April, September
Info lebih lanjut bisa hubungi disnaker setempat.


Artikel Luar, Peluang Kerja ke Jepang selain pemagangan

Indonesia Kirim 3.000 Tenaga Kerja ke Jepang
Jum'at, 07 September 2007 | 18:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah optimistis mengirimkan sekitar 3.000 tenaga kerja ke Jepang menyusul ditekennya kemitraan ekonomi Indonesia Jepang (IJ-EPA) pada 20 Agustus lalu. Pengiriman tenaga kerja tersebut dilakukan mulai tahun depan.

Beberapa butir dalam kesepakatan EPA terkait dengan masalah sumber daya manusia. Antara lain, kerja sama perdagangan jasa, konsesi tenaga kerja temporer Jepang dan Indonesia, dan kerja sama peningkatan kapasitas (capacity building). "Tahun lalu pihak Jepang telah meminta 2.000 perawat lanjut usia dan 1.000 perawat medik. Kami yakin permintaan ini dapat dipenuhi karena lulusan Sekolah Menengah Atas banyak," ujar Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sumarna F Abdurahman, Jumat (7/9).

Para calon tenaga kerja perawat itu nantinya akan melalui tahapn uji kompetensi oleh lembaga sertifikasi profesi. Jika lulus, calon tenaga kerja akan mendapat sertifikat yang menyebutkan telah memenuhi standar kompetensi sebagai perawat oleh BNSP. Setelah mendapat sertifikat, calon tenaga kerja akan diikutkan dalam pelatihan bahasa dan keahlian serta magang di Jepang selama enam bulan.

(menurut beberapa sumber, program ini bukan pemagangan, jadi mendapat gaji/upah, bukan uang saku/tunjangan. Info lebih lanjut menyusul)