Skip to main content

Syarat Kerja di Jepang untuk Orang Indonesia (Terbaru & Lengkap)

 

Syarat Kerja di Jepang untuk Orang Indonesia (Terbaru & Lengkap)



Banyak orang Indonesia ingin kerja di Jepang karena gaji besar, sistem kerja jelas, dan peluang karier. Namun sebelum berangkat, ada beberapa syarat penting yang wajib dipenuhi.

Artikel ini menjelaskan syarat kerja di Jepang untuk orang Indonesia secara lengkap, praktis, dan mudah dipahami.


Apakah Orang Indonesia Bisa Kerja di Jepang?

Bisa.
Pemerintah Jepang membuka peluang kerja bagi orang asing, termasuk Indonesia, melalui beberapa jalur resmi seperti:

  • Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker)

  • Magang Jepang (Technical Intern Training)

  • Visa kerja profesional (Engineer, dll)

Yang paling banyak diikuti orang Indonesia adalah Tokutei Ginou dan Magang Jepang.


Syarat Umum Kerja di Jepang

Berikut syarat dasar yang hampir selalu diminta:

1. Usia

  • Umumnya 18–35 tahun

  • Beberapa sektor masih menerima sampai 40 tahun


2. Pendidikan

  • Minimal SMA/SMK

  • Jurusan tertentu lebih diutamakan (restoran, manufaktur, perhotelan, dll)


3. Kesehatan

Wajib lolos medical check-up, antara lain:

  • Tidak buta warna

  • Tidak memiliki penyakit menular

  • Sehat jasmani & rohani


4. Bahasa Jepang

Ini syarat paling penting.

  • Minimal N4 (untuk Tokutei Ginou)

  • Magang biasanya cukup bahasa dasar

  • Semakin tinggi level bahasa → peluang kerja makin besar

📌 Banyak perusahaan tidak menerima tanpa kemampuan bahasa Jepang sama sekali.


5. Dokumen Pribadi

Biasanya meliputi:

  • KTP

  • KK

  • Akta kelahiran

  • Ijazah & transkrip

  • SKCK

  • Paspor


Jalur Kerja ke Jepang yang Paling Umum

1. Tokutei Ginou

Paling direkomendasikan saat ini.

Syarat tambahan:

  • Lulus ujian skill

  • Lulus ujian bahasa Jepang

  • Kontrak langsung dengan perusahaan Jepang

Kelebihan:

  • Gaji setara orang Jepang

  • Bisa pindah perusahaan

  • Bisa perpanjang visa


2. Magang Jepang

Biasanya lewat LPK atau lembaga resmi.

Ciri-ciri:

  • Kontrak 3 tahun

  • Ada potongan biaya di awal

  • Fokus ke pelatihan kerja


Berapa Gaji Kerja di Jepang?

Rata-rata (kisaran):

JalurGaji Bersih
Tokutei Ginou¥160.000 – ¥220.000
Magang Jepang¥120.000 – ¥160.000

(Tergantung wilayah & jenis kerja)


Apakah Harus Pakai LPK atau Agen?

Tergantung jalurnya.

  • Magang → biasanya lewat LPK

  • Tokutei Ginou → bisa langsung atau lewat lembaga

⚠️ Waspada:

  • Janji berangkat cepat tanpa tes

  • Biaya tidak transparan

  • Tidak ada kontrak kerja jelas


Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar

  • Tidak serius belajar bahasa Jepang

  • Tidak memahami jenis visa

  • Tergiur janji manis agen

  • Tidak siap mental & fisik


FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

Apakah N4 cukup untuk kerja di Jepang?
➡️ Ya, untuk Tokutei Ginou N4 biasanya sudah cukup.

Apakah bisa kerja di Jepang tanpa kuliah?
➡️ Bisa, mayoritas pekerja berangkat hanya lulusan SMA/SMK.

Berapa biaya awal kerja ke Jepang?
➡️ Tergantung jalur, kisaran Rp20–50 juta (bahkan bisa lebih murah untuk Tokutei Ginou tertentu).


Kesimpulan

Kerja di Jepang bukan hal mustahil, asal:

  • Memenuhi syarat

  • Lewat jalur resmi

  • Siap belajar bahasa Jepang

  • Tidak tergesa-gesa

Dengan persiapan yang tepat, kerja di Jepang bisa menjadi peluang besar untuk masa depan.

Popular posts from this blog

BEASISWA PEMERINTAH JEPANG (MONBUKAGAKUSHO) TAHUN 2013 UNTUK LULUSAN SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS (SLTA) 2012

1. Kedutaan Besar Jepang menawarkan Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) kepada siswa-siswi Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1) , College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang mulai tahun akademik 2013 (April 2013). Pelamar hanya bisa mendaftar 1 (satu) program dari S-1, D-3, atau D-2. Syarat-syarat pelamar sebagai berikut: (1) Lahir antara tanggal 2 April 1991 dan tanggal 1 April 1996. (2) Nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester/cawu terakhir minimal: 8,4 untuk program S-1 8,0 untuk program D-3 8,0 untuk program D-2 *Jika pada saat penutupan (15 Juni 2012) nilai ijazah asli belum bisa dikeluarkan, maka nilai ijazah sementara dari Kepala Sekolah bisa diterima. (3) Pelamar harus lulus dari SLTA, atau akan lulus maksimal 31 Maret 2013 2. Formulir bisa didownload dari website Kedutaan Jepang http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_...

Proses Seleksi On Job Training ke Jepang

Seleksi administrasi , pemeriksaan berkas-berkas kelengkapan persyaratan (lihat persyaratan pemagangan ). Hanya yang memenuhi syarat yang bisa mengikuti proses seleksi selanjutnya. Biasanya dilakukan oleh petugas disnaker kabupaten/kota, untuk kemudian mendapat pengantar untuk ikut seleksi di tingkat provinsi. Pemeriksaan Kesamaptaan Tubuh (Cek kondisi fisik) , antara lain: Tinggi badan mininal 160 cm Berat badan minimal 50 kg Tidak mempunyai tindik dan tato Tidak cacat fisik Tidak mempunyai penyakit kulit Tidak mempunyai bekas operasi/patah tulang Test Matematika , berupa 10 soal matematika dasar, waktu 5 menit. Minimal mendapat nilai 7 untuk bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Test Ketahanan Fisik Lari 3 Km maksimal 15 menit, gagal dinyatakan gugur. Push Up Sempurna 35 kali, Sit Up Sempurna 25 kali , gagal dinyatakan gugur. Test Bahasa Jepang Wawancara Psikotest Untuk seleksi mulai nomor 1 sd 4 menggunakan sistem gugur, sementara seleksi nomor 5 sd 7 hasilnya di kombinasikan untuk...

Kondisi Pemagangan (On Job Training) di Jepang

Bekerja di Lapangan/Pabrik/Perusahaan (bukan kantoran) Bekerja dengan budaya/ adat istiadat orang Jepang yang terkenal keras, disiplin waktu dan aturan Bidang pekerjaan tidak dapat dipilih Harus tahan dengan kerja monoton/ tidak pembosan Tempat kerja bisa di kota atau di desa terpencil dan jauh dari teman Tahap Pemagangan Masa Kenshusei , yaitu Masa Berlatih sambil bekerja , selama setahun pertama pemagangan. Uang saku sebesar ¥ 80.000 dan tidak diperbolehkan kerja lembur. Bila lulus tahap ini maka akan mendapat ijin tinggal untuk mengikuti Pemagangan tahun ke 2 dan ke 3. Masa Jitsusei , yaitu masa bekerja sambil berlatih . Pada masa ini sudah dianggap sama dengan pemagangan di Jepang menurut Undang-undang Perburuhan di Jepang. Pada masa ini uang saku ¥ 90.000 pada tahun kedua, dan ¥ 100.000 pada tahun ketiga. Pada masa ini juga sudah diperbolehkan lembur jika perusahaan menginginkannya. Selama pemagangan, peserta/Trainee dilarang: Mengemudi kendaraan bermotor Memakai Sepeda yang suda...