Spiga

Proses Seleksi On Job Training ke Jepang

  1. Seleksi administrasi, pemeriksaan berkas-berkas kelengkapan persyaratan (lihat persyaratan pemagangan). Hanya yang memenuhi syarat yang bisa mengikuti proses seleksi selanjutnya. Biasanya dilakukan oleh petugas disnaker kabupaten/kota, untuk kemudian mendapat pengantar untuk ikut seleksi di tingkat provinsi.
  2. Pemeriksaan Kesamaptaan Tubuh (Cek kondisi fisik), antara lain:
    • Tinggi badan mininal 160 cm
    • Berat badan minimal 50 kg
    • Tidak mempunyai tindik dan tato
    • Tidak cacat fisik
    • Tidak mempunyai penyakit kulit
    • Tidak mempunyai bekas operasi/patah tulang
  3. Test Matematika, berupa 10 soal matematika dasar, waktu 5 menit. Minimal mendapat nilai 7 untuk bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
  4. Test Ketahanan Fisik
    • Lari 3 Km maksimal 15 menit, gagal dinyatakan gugur.
    • Push Up Sempurna 35 kali, Sit Up Sempurna 25 kali, gagal dinyatakan gugur.
  5. Test Bahasa Jepang
  6. Wawancara
  7. Psikotest

Untuk seleksi mulai nomor 1 sd 4 menggunakan sistem gugur, sementara seleksi nomor 5 sd 7 hasilnya di kombinasikan untuk kemudian hasilnya dibawa ke Jakarta untuk menentukan siapa saja yang lulus, untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu Medical Check Up.

Medical Check Up, meliputi:
  1. Tinggi badan (min 160 cm)
  2. Berat badan (min 50 kg)
  3. Penglihatan (mata harus normal, tidak boleh minus atau plus)
  4. Buta Warna
  5. Masalah mata yang lain
  6. X-Ray/Rontgen
  7. Pendengaran
  8. Penelitian Organ dalam (paru-paru, jantung, hati)
  9. Tekanan darah
  10. Penelitian Urine
  11. Kecepatan resipitasi darah
  12. Penelitian kandungan parasit
  13. Uji Hepatitis B
  14. Uji Pembawa Kolera
  15. Uji Pembawa Typhus
  16. Uji Pembawa Disentri
  17. Uji Pembawa AIDS
  18. Uji Pembawa Sipilis.
(Catatan: Berdasarkan pengalaman Penulis pada seleksi tahun 2007 di Surabaya, Jawa Timur. Seleksi tiap tahun dan berbeda daerah bisa sedikit berbeda/berubah)