Spiga

FAQ Pemagangan Ke Jepang

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan orang tentang pemagangan/ Kerja di Jepang. Silakan tuliskan pertanyaan anda pada komentar bila anda mempunyai pertanyaan lain.

  1. Q: Kenapa kok namanya Magang, bukan bekerja?
    A: Karena sesuai UU Ketenagakerjaan di Jepang, mereka tidak mengeluarkan visa bekerja untuk orang asing, selain:
    • Lulusan universitas Jepang.
    • Tenaga IT atau bidang-bidang yang mana orang Jepang kurang ahli didalamnya.

  2. Q: Gaji sebulan cuma antara 80.000 - 100.000, bukankah sedikit sekali, dibanding dengan tenaga kerja non magang?
    A: Memang kalau dilihat berbeda jauh ya, kalau tenaga kerja non magang di Jepang, biasanya Gaji sekitar 200.000 yen. Tapi dari jumlah tersebut, mereka harus mengeluarkan biaya lagi untuk: Sewa Apartemen, Transportasi, dan keperluan lain, sementara bagi peserta magang, Fasilitas Tempat tinggal dan transportasi, serta alat-alat masak disediakan oleh perusahaan.

  3. Q: Berapa rata-rata para pemagang bisa menyisihkan upah selama satu bulan?
    A: tentu semua tergantung dari masing-masing orang. Tapi selama tidak boros sekali, minimal pemagang bisa menyisihkan sedikitnya 50.000 yen, untuk tahun pertama. Untuk tahun kedua dan ketiga dengan adanya jam lembur, tentunya jumlah tersebut bisa semakin bertambah. Apalagi upah jam lembur dihitung sama dengan pekerja non-magang.