Spiga

Artikel Luar, Peluang Kerja ke Jepang selain pemagangan

Indonesia Kirim 3.000 Tenaga Kerja ke Jepang
Jum'at, 07 September 2007 | 18:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah optimistis mengirimkan sekitar 3.000 tenaga kerja ke Jepang menyusul ditekennya kemitraan ekonomi Indonesia Jepang (IJ-EPA) pada 20 Agustus lalu. Pengiriman tenaga kerja tersebut dilakukan mulai tahun depan.

Beberapa butir dalam kesepakatan EPA terkait dengan masalah sumber daya manusia. Antara lain, kerja sama perdagangan jasa, konsesi tenaga kerja temporer Jepang dan Indonesia, dan kerja sama peningkatan kapasitas (capacity building). "Tahun lalu pihak Jepang telah meminta 2.000 perawat lanjut usia dan 1.000 perawat medik. Kami yakin permintaan ini dapat dipenuhi karena lulusan Sekolah Menengah Atas banyak," ujar Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sumarna F Abdurahman, Jumat (7/9).

Para calon tenaga kerja perawat itu nantinya akan melalui tahapn uji kompetensi oleh lembaga sertifikasi profesi. Jika lulus, calon tenaga kerja akan mendapat sertifikat yang menyebutkan telah memenuhi standar kompetensi sebagai perawat oleh BNSP. Setelah mendapat sertifikat, calon tenaga kerja akan diikutkan dalam pelatihan bahasa dan keahlian serta magang di Jepang selama enam bulan.

(menurut beberapa sumber, program ini bukan pemagangan, jadi mendapat gaji/upah, bukan uang saku/tunjangan. Info lebih lanjut menyusul)